🌊 Praktikum Difraksi Cahaya
1. Area Simulasi Interaktif — Peralatan Lab Nyata
Simulasi ini menampilkan peralatan laboratorium difraksi sesuai wujud aslinya: Laser He-Ne tabung merah, meja optik berel aluminium, slide holder metalik dengan pengatur vertikal, dan layar dengan kertas grafik milimeter. Klik pada Canvas Tampak Depan untuk mengukur jarak frinji.
🔍 Legenda Peralatan Laboratorium:
—
2. Tabel Data Pengamatan
Data tercatat otomatis setiap kali Anda melakukan pengukuran pada pola terang. Lebar celah dihitung menggunakan rumus d = n·λ·L / x.
| No | Jenis Celah | Orde (n) | L (m) | x (m) | d Terukur (m) | d Teori (m) | Error (%) | Aksi |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Belum ada data. Lakukan pengukuran pada canvas. | ||||||||
3. Petunjuk Penggunaan
- Kenali Alat: Amati peralatan lab di Canvas Tampak Atas — laser He-Ne di kiri, slide holder di tengah, layar di kanan.
- Nyalakan Laser: Klik tombol "Nyalakan Laser" — beam merah akan muncul dari laser menuju celah.
- Pilih Jenis Celah: Gunakan dropdown untuk memilih celah tunggal atau celah ganda dengan lebar berbeda.
- Atur Jarak L: Geser slider — layar di meja optik akan bergerak menjauh/mendekat secara realistis.
- Amati Pola: Lihat pola difraksi pada layar kertas grafik di Canvas Tampak Depan.
- Ukur Jarak x: Klik tepat pada puncak pola terang ke-n untuk mengukur.
- Catat Data: Hasil otomatis masuk ke tabel dengan perhitungan error.
Rumus Utama:
d · sin(θ) = n · λ → Untuk sudut kecil: d = n · λ · L / x
dengan d = lebar celah, λ = 633 nm, L = jarak celah-layar, x = jarak terang ke-n ke pusat, n = orde.
4. Dasar Teori
Sejarah & Konsep Dasar
Difraksi cahaya pertama kali diamati secara sistematis oleh Francesco Maria Grimaldi pada tahun 1665. Fenomena ini baru dapat dijelaskan secara matematis pada awal abad ke-19 melalui Prinsip Huygens-Fresnel.
Difraksi adalah peristiwa pelenturan gelombang ketika melewati celah sempit. Laser He-Ne (λ = 632,8 nm) yang digunakan di lab menghasilkan pola terang-gelap yang dapat diukur.
Peralatan Laboratorium
- Laser He-Ne: Sumber cahaya koheren monokromatik, λ = 632,8 nm (merah).
- Meja Optik: Rel aluminium presisi dengan skala untuk menempatkan komponen.
- Slide Holder: Pemegang slide foto 35 mm dengan pengatur vertikal dan horizontal.
- Layar: Dilapisi kertas grafik milimeter untuk pengukuran jarak frinji.
Difraksi Celah Tunggal (Single Slit)
Pada celah tunggal dengan lebar a, cahaya yang melewatinya akan mengalami difraksi dan menghasilkan pola pada layar berupa pita terang pusat yang sangat lebar, diapit oleh pita-pita terang sekunder yang lebih redup. Syarat terjadinya pola gelap (minimum difraksi):
Difraksi Celah Ganda (Interferensi Young)
Pada celah ganda dengan jarak antar celah d, terjadi dua fenomena sekaligus: interferensi antar kedua celah dan difraksi dari masing-masing celah. Syarat pola terang interferensi:
Tujuan Praktikum
- Mengamati dan membandingkan pola difraksi pada celah tunggal dan celah ganda.
- Membuktikan sifat gelombang cahaya melalui fenomena difraksi dan interferensi.
- Menentukan lebar celah (d) secara eksperimen dan membandingkan dengan nilai teori untuk menghitung error pengukuran.
5. Sesi Kuis Interaktif (20 Soal)
🔑 Daftar Praktikum:
- Bidang Miring Galileo
- Deret Balmer
- Difraksi
- Difraksi Cahaya
- Efek Doppler
- Function Generator
- Gerak Jatuh Bebas
- Hukum Kirchoff
- Hukum Ohm
- Indeks Bias Larutan
- Induksi Magnet
- Interferensi
- Interferometer Michelson
- Jembatan Wheatstone
- Kalor Jenis
- Koefisien Muai Panjang
- Konstanta Joule
- Kundt Tube
- Lensa Tipis
- Medan Magnet
- Milikan
- Modulus Elastisitas
- Momen Inersia
- Radiasi Alfa
- Radiasi Gamma
- Refleksi
- Resonansi Bunyi
- Resonansi LRC
- Sistem Pegas
- Tetapan Planck
- Tumbukan
- Viskositas Zat Cair
